Yanan gizi rumah sakit kementerian kesehatan ri


Bab X. Keamanan Makanan, Sanitasi dan Keselamatan Kerja



Download 1.98 Mb.
Page140/190
Date15.04.2019
Size1.98 Mb.
1   ...   136   137   138   139   140   141   142   143   ...   190
Bab X. Keamanan Makanan, Sanitasi dan Keselamatan Kerja 

55

1.   Pemilihan Bahan Makanan 



a.

Memilih dan ciri-ciri makanan yang berkualitas

Bahan makanan mentah menjadi rusak dan busuk karena beberapa 

penyebab, tetapi yang paling utama adalah kerusakan atau 

kebusukan karena mikroba. Mutu dan keamanan suatu produk 

makanan sangat tergantung pada mutu dan keamanan bahan 

bakunya.  

Dalam pemilihan bahan makanan, terutama bahan makanan mentah 

(segar), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum diolah. 

Hal-hal tersebut adalah: 1) Mutu bahan makanan yang terkait nilai gizi; 

2) Kebutuhan bahan makanan; 3) Kebersihan; dan 4) 

Keamanan/bebas dari unsur yang tidak diharapkan. Bahan makanan 

yang baik dan berkualitas memiliki ciri-ciri bentuk yang baik dan 

menarik; ukuran/besar hampir seragam; warna, aroma dan rasa khas; 

segar dan tidak rusak atau berubah warna dan rasa; tidak berlendir. 

Setiap jenis bahan makanan memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda.  

Pemilihan makanan yang aman untuk dikonsumsi dapat dilakukan 

dengan beberapa cara seperti berikut: 

1) Pilih makanan dalam keadaan tertutup atau dalam kemasan 

sehingga terbebas dari debu, lalat, kecoa dan tikus serta mikroba. 

2)  Pilih makanan dalam kondisi baik atau sebelum melewati tanggal 

kadaluarsa.  

3) Amati apakah makanan tersebut berwarna mencolok atau jauh 

berbeda dari warna aslinya. Snack, kerupuk, mie, dan es krim yang 

berwarna terlalu mencolok ada kemungkinan telah ditambah zat 

pewarna yang tidak aman. Demikian juga dengan warna daging 

sapi olahan yang warnanya tetap merah, sama dengan daging 

segarnya.  

4)  Perhatikan juga kualitas makanan tersebut, apakah masih segar, 

atau  sudah berjamur yang bisa menyebabkan keracunan. 

Makanan yang sudah berjamur menandakan proses pengawetan 

tidak berjalan sempurna, atau makanan tersebut sudah kadaluarsa.  

5) Amati komposisinya. Bacalah dengan teliti adakah kandungan 

bahan  tambahan makanan yang berbahaya yang bisa merusak 

kesehatan  

6)  Apabila hendak membeli makanan impor, pastikan produk tersebut 

telah memiliki ijin edar yang bisa diketahui pada label yang tertera 

di kemasan. 

 

b

.  Tanda kerusakan bahan makanan 

Berbagai kelompok bahan makanan memiliki tanda-tanda spesifik jika 

sudah mengalami kerusakan. Berbagai tanda-tanda kerusakan yang 

dimaksud adalah sebagai berikut: 

1)  Daging dan produk olahannya 

Daging mudah sekali rusak oleh mikroba. Kerusakan pada daging 

dapat dikenal karena tanda-tanda sebagai berikut: Adanya 

perubahan bau menjadi tengik atau bau busuk, Terbentuknya 

lender, Adanya perubahan warna, Adanya perubahan rasa 

menjadi asam, Tumbuhnya kapang pada daging kering (dendeng). 

2)  Ikan dan produk olahannya 

Ikan dan produk olahannya rentan sekali rusak oleh serangan 

mikroba. Tanda-tanda kerusakan ikan karena mikroba adalah: 




65

PGRS-BAB X





Asuhan gizi   adalah  
B.  ruang lingkup 
Registered dietisien
Tim asuhan gizi/ nutrition suport tim (nst)/tim  terapi  gizi 
Standar  profesi tenaga gizi  
Nutrisionis registered 
Bab ii  konsep pelayanan gizi rumah sakit 
A.  visi   
D.  mekanisme pelayanan gizi rumah sakit 
Bab iii  pelayanan gizi rawat jalan 
C. mekanisme kegiatan 
Bab iii pelayanan gizi rawat jalan
Mekanisme pelayanan konseling gizi di  rawat jalan 
Bab iv   pelayanan gizi rawat inap 
Bab iv pelayanan gizi rawat inap
Bab v penyelenggaraan makanan
C.  mekanisme kegiatan 
D.  ruang lingkup penelitian dan pengembangan 
Pengembangan gizi  
Bab vii  ketenagaan pgrs 
B.   kualifikasi tenaga gizi  di rumah sakit  
Registered dietisien ( rd)
Permenkes no 26 tahun 
Teknikal registered dietisien (trd)
C. standar tenaga gizi di rumah sakit 
Kebutuhan  tenaga gizi berdasarkan kelas rumah sakit 
D.  pembinaan tenaga
A. pengertian  biaya 
B. konsep perhitungan biaya
Bab viii. pembiayaan pelayanan gizi 
Simposium, seminar dan sejenisnya. 
Bab viii  pembiayaan pelayanan gizi 
C.  biaya makan    
Skema komponen biaya dalam kegiatan pelayanan gizi rumah sakit 
Skema komponen biaya dalam kegiatan pelayanan gizi rumah sakit
Biaya satuan normatif
Bab ix   sarana dan prasarana pgrs 
B.  sarana dan prasarana pelayanan gizi rawat inap 
A.  sarana dan prasarana pelayanan gizi rawat jalan 
C.  sarana penyelenggaraan makanan 
Gambar 7 gambaran kebutuhan ruangan
Bab x   keamanan makanan,  sanitasi dan 
Bab x. keamanan makanan, sanitasi dan keselamatan kerja 
Penyimpanan makanan masak 
B.  hygiene & sanitasi makanan 
Higiene tenaga penjamah makanan
Tabel 4. syarat higiene penjamah makanan 
Bab xi pengawasan dan pengendalian mutu
B. tujuan pengawasan & penegendalian mutu 
D.  pencatatan & pelaporan pgrs 
Pencatatan & pelaporan
Bab xii  penutup 
Bab xii penutup
Lampiran   
Skrining gizi  awal dengan mst (malnutrition screening tool) 
Catatan asupan makanan pasien 
Tanda tangan, 
No  jenis bahan makanan 
Perspektif  indikator 
B. perumusan masalah  
A.  data umum 
B. perumusan masalah 



Share with your friends:
1   ...   136   137   138   139   140   141   142   143   ...   190


The database is protected by copyright ©userg.info 2017
send message

    Main page

bosch
camera
chevrolet
epson
fiat
Harley Davidson
Honda
iphone
mitsubishi
nissan
Panasonic
Sony
volvo
xiaomi
Xperia
yamaha