Panduan plpg



Download 4.61 Mb.
Page176/410
Date15.04.2019
Size4.61 Mb.
1   ...   172   173   174   175   176   177   178   179   ...   410
No.

Tingkat Kompetensi

Tingkat Kelas

1.

Tingkat 0



TK/RA

2.

Tingkat 1



Kelas I SD/MI/SDLB/Paket A

Kelas II SD/MI/SDLB/Paket A

3.

Tingkat 2



Kelas III SD/MI/SDLB/Paket A

Kelas IV SD/MI/SDLB/Paket A

4.

Tingkat 3



Kelas V SD/MI/SDLB/Paket A

Kelas VI SD/MI/SDLB/Paket A

5.

Tingkat 4



Kelas VII SMP/MTs/SMPLB/Paket B

Kelas VIII SMP/MTs/SMPLB/Paket B

6.

Tingkat 4A



Kelas IX SMP/MTs/SMPLB/Paket B

7.

Tingkat 5



Kelas X SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C

Kelas XI SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C

8.

Tingkat 6



Kelas XII SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C

4. Ketuntasan Belajar



Nilai Ketuntasan

Sikap

Nilai Ketuntasan Pengetahuan dan Keterampilan

Predikat


Rentang Angka

Huruf


Sangat Baik (SB)

3,85 – 4,00

A

3,51 – 3,84



A-

Baik (B)

3,18 – 3,50

B+

2,85 – 3,17



B

2,51 – 2,84

B-

2,18 – 2,50

C+

Cukup (C)



1,85 – 2,17

C

1,51 – 1,84



C-

Kurang (D)

1,18 – 1,50

D+

1,00 – 1,17



D

Pengetahuan

ditetapkan

dengan skor

rerata 2,67 dan

keterampilan

dengan capaian

optimum 2,67




13/07/2015

11

5. Teknik dan Bentuk Penilaian



Tes

Kognitif


(KD-KI 3)

Keterampilan

(KD-KI 4)

Non-Tes


Sikap Spiritual 

(KD-KI 1)

Sikap Sosial

(KD-KI 2)

Kurikulum 2013 menerapkan penilaian autentik untuk menilai kemajuan belajar

peserta didik yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Ruang Lingkup Penilaian dan Bentuk Instrumen

Pengetahuan

KD KI-3

Keterampilan



KD KI-4

Sikap


KD KI- 1 

dan 2


Tes Praktek

Projek


Produk


Portofolio

Tertulis


 Observasi

 Penilaian diri

 Penilaian teman sebaya

 Jurnal


 Tes Tulis

 Tes Lisan

 Penugasan

Penilaian Proses dan Hasil Belajar



13/07/2015

12

a. Mengukur Pengetahuan



Tes Tulis

Tes


Lisan

Penu-


gasan

Kompetensi Pengetahuan: Tes Tulis 

Penilaian kompetensi 



pengetahuan merupakan 

penilaian untuk mengukur 

kemampuan berpikir 

(tingkat rendah maupun 

tingkat tinggi) yang sudah 

dikuasai peserta didik 

setelah mendapat 

pengalaman belajar. 

Tes yang digunakan berupa 



tes tulis, yang menuntut 

peserta didik  memilih 



jawaban (pilihan ganda, dua 

pilihan (B-S atau ya-tidak), 

menjodohkan, atau sebab-

akibat) atau mensuplai 



jawaban  (isian singkat, 

jawaban pendek,  atau 

uraian). 

Soal tes tulis yang bersifat 



autentik adalah soal yang 

menghendaki peserta didik 

merumuskan jawaban 

sendiri, seperti uraian 

menggunakan kata-kata 

sendiri (mengemukakan 



pendapat, menyimpulkan, 

dsb).



13/07/2015

13

Kompetensi Pengetahuan: Tes Lisan 

Penilaian kompetensi 



pengetahuan juga dapat

dilakukan menggunakan

tes lisan.

Tes lisan menuntut



peserta didik untuk

mengeskpresikan

pengetahuannya dalam

berbagai kegiatan seperti



diskusi, tanya jawab, dan

percakapan. Melalui

kegiatan-kegiatan

tersebut, kemampuan

pengungkapan gagasan

yang orisinal, kebenaran

konsep tentang berbagai

keilmuan, ketepatan diksi, 

struktur, kaidah

kebahasaan, akan terlihat

oleh guru.

Tes lisan ini adalah teknik



tes yang mencerminkan

penilaian autentik.

Format Observasi dalam Diskusi

Nama

Peserta

Pernyataan

Pengungkapan

gagasan yang 

orisinal

Kebenaran

Konsep

Ketepatan

penggunaan

istilah

dsb

ya

tidak

ya

tidak

ya

tidak

ya

tidak

A

B



C




13/07/2015

14

Kompetensi Pengetahuan: Penugasan 

Penilaian kompetensi 



pengetahuan juga

dapat dilakukan

menggunakan

penugasan.

Bentuk instrumen



penugasan berupa

pekerjaan rumah dan

atau proyek yang 

dikerjakan secara

individu atau

kelompok sesuai

dengan karakter

tugas.

b. Mengukur Keterampilan



Keteram-

pilan


Unjuk

Kerja


Projek

Produk


Portofolio

Tertulis



13/07/2015

15

Kompetensi Keterampilan



(Unjuk Kerja/Kinerja/Praktik

)



Penilaian keterampilan ranah konkret dilakukan

dengan cara mengamati kegiatan peserta didik

dalam melakukan sesuatu (membuat, 

memodifikasi, merangkai) yang memperlihatkan

gerak motorik dalam praktikum di lab, praktik

ibadah, praktik olah raga, praktik menyanyi,  

menari, bermain peran, presentasi, dsb.

Penilaian keterampilan ranah abstrak dilakukan



dengan cara mengamati kegiatan peserta didik

dalam menulis, membaca, menghitung, 

menggambar, dan mengarang.

Kompetensi Ketermpilan: Pengamatan

Pengamatan merupakan cara untuk 



mendapatkan data secara langsung (live

ketika peserta didik melakukan unjuk kerja (on 



the spot) melalui penggunaan pancaindera 

penglihatan dan pendengaran. Unjuk kerja 

peserta didik tersebut sengaja dirancang guru  

dalam Kegiatan Belajar Mengajar di kelas atau 

di luar kelas.



13/07/2015

16

Pengamatan Unjuk



Kerja/Kinerja/Praktik

Kemampuan

berbicara

• Diskusi

• Berpidato

• Bercerita

• Wawancara

Kemampuan

Kerja di Lab

• Penggunaan alat

• Penggunaan

bahan praktikum

Kemampuan

praktik olah

raga dan seni

• Gerakan

• Penggunaan alat

• Produk/hasil

karya seni

Bentuk Instrumen Pengamatan



Daftar Cek

Skala Penilaian

Daftar cek dipilih jika unjuk 



kerja yang dinilai relatif 

sederhana, sehingga kinerja 

peserta didik representatif 

untuk diklasifikasikan menjadi 

dua kategorikan saja, ya atau 

tidak, memenuhi atau tidak

memenuhi.

Skala penilaian dengan



rentang nilai 1, 2, 3 atau 1, 2, 

3, 4 dapat dipilih jika

penilaian unjuk kerja perlu

lebih detail, lebih dalam, atau

lebih mengungkap

keterampilan-keterampilan

yang spesifik .



13/07/2015

17

Format Instrumen Pengamatan Praktik di Laboratorium



Nama

Peserta

Didik

Aspek yang dinilai

Skor

Memakai


Jas Lab dan

keleng-


kapannya

Mengikuti

Prosedur

Kerja


Membersih-

kan alat


Menyimpan alat

pada tempatnya

Ya

Tidak Ya


Tidak

Ya

Tidak



Ya

Tidak


Bobby

Indah


Thomas

Nadya


……

Diisi dengan menggunakan tanda cek ().  Kategori penilaian: Ya mendapat skor 1, 

dan Tidak mendapat skor 0. Jumlah skor maksimum adalah 4.

Format Instrumen Penilaian Praktik di Laboratorium



Nama

Peserta

Didik

Aspek yang dinilai

Skor

Memakai


Jas Lab dan

keleng-


kapannya

Mengikuti

Prosedur

Kerja


Membersih-

kan alat


Menyimpan

alat pada

tempatnya

1 2 3 4 1 2 3

4

1 2 3


4

1

2



3

4

Bobby



Indah

Thomas


Nadya

……

Diisi dengan menggunakan tanda cek ().  Kategori penilaian: 4 = sangat baik, 3 = baik, 



2 = cukup, dan 1 = kurang. Akan lebih baik jika penentuan kategori penilaian

didasarkan pada rubrik penilaian seperti halaman berikutnya.  Jumlah maksimum skor

adalah 16.



13/07/2015

18

Format Rubrik Penilaian Praktik



Aspek

Kriteria dan Skor

1

2



3

4

Memakai jas lab 



dan

kelengkapan-

nya

Tidak memakai



ketiga -tiganya

Hanya memakai

jas lab saja

Memakai jas

lab, dan salah

satu dari

masker atau

sarung tangan

Memakai jas

lab, masker, dan

sarung tangan

secara lengkap

Mengikuti

prosedur kerja

Ada dua

langkah atau



lebih tidak

dilakukan

Ada dua

langkah yang 



tidak

sepenuhnya

dilakukan

Ada satu


langkah yang 

tidak


sepenuhnya

dilakukan

Seluruh langkah

yang ditetapkan

diikuti

Membersihkan



alat

Semua alat

tidak

dibersihkan



Hanya sebagian

kecil alat yang 

dibersihkan

Sebagian besar

alat dibersihkan

Semua alat

dibersihkan

Menyimpan alat

pada tempatnya

Semua alat

tidak

dikembalikan



pada tempatnya

Hanya sebagian

kecil alat yang 

dikembalikan

pada tempatnya

Sebagian besar

alat dikem-

balikan pada

tempatnya

Semua alat

dikembalikan

pada tempatnya

Kompetensi Keterampilan: Projek

Penilaian projek



digunakan untuk

mengetahui kemampuan

mengaplikasi, 

menyelidiki, dan

kemampuan

menginformasikan

sesuatu hal secara jelas.

Perencanaan

Pelaksanaan

Pelaporan




13/07/2015

19

Format Instrumen Penilaian Projek



Nama

Peserta

Didik

Aspek yang dinilai

Skor

Persiapan

Pelaksanaan

Pelaporan Tertulis

1

2

3



4

1

2



3

4

1



2

3

4



Bobby

Indah


Thomas

Nadya


……

Diisi dengan menggunakan tanda cek ().  Kategori penilaian: 4 = sangat baik, 3 = baik, 

2 = cukup, dan 1 = kurang. Akan lebih baik jika penentuan kategori penilaian

didasarkan pada rubrik penilaian seperti halaman berikutnya. Jumlah maksimum skor

adalah 12.

Format Rubrik Penilaian Projek



Aspek

Kriteria dan Skor

1

2



3

4

Persiapan



Jika hanya

memuat 3 

komponen saja, 3 

komponen lain 

tidak

Jika memuat 4 



komponen saja, 

2 komponen

tidak

Jika memuat 5 



komponen saja, 1 

komponen tidak

Jika memuat 6 

komponen, yakni

tujuan, topik, 

alasan, tempat, 

responden, dan

daftar pertanyaan

Pelak-

sanaan


Data tidak

lengkap, tidak

terstruktur, dan

tidak sesuai

dengan tujuan

Data lengkap, 

tidak terstruktur, 

dan tidak sesuai

dengan tujuan

Data lengkap, 

terstruktur, 

namun tidak

sesuai dengan

tujuan


Data lengkap, 

terstruktur, dan

sesuai dengan

tujuan


Pelaporan

Tertulis


Pembahasan

tidak


berdasarkan

data,  tidak

sesuai dengan

tujuan, demikian

juga kesimpulan

dan saran

Pembahasan

berdasarkan

data, sesuai

dengan tujuan, 

namun

kesimpulan dan



saran  tidak

relevan


Pembahasan

berdasarkan

data, sesuai

dengan tujuan, 

dan kesimpulan

relevan, namun

saran  tidak

relevan


Pembahasan

berdasarkan data, 

sesuai dengan

tujuan, dan

kesimpulan serta

saran relevan




13/07/2015

20

Kompetensi Keterampilan: Produk



Penilaian produk

meliputi penilaian

kemampuan peserta

didik dalam mem-

buat produk-produk,

teknologi, dan seni

seperti makanan, 

pakaian, sarana

kebersihan, alat

teknologi, hasil karya

seni, dan barang

kerajinan.

Persiapan

Pembuatan

Produk


Produk

Format Instrumen Penilaian Produk



No.

Aspek yang dinilai

Skor

Skor

1

2



3

4

1.



Perencanaan Bahan

2.

Proses Pembuatan



a. Persiapan alat

b. Teknik Pengolahan

c. K3 (keamanan, keselamatan, 

kebersihan)

4.

Hasil Produk



a.    Kebaruan/orisionalitas

b.    Kesesuaian spesifikasi

Diisi dengan menggunakan tanda cek ().  Kategori penilaian: 4 = sangat baik, 3 = baik, 

2 = cukup, dan 1 = kurang. Akan lebih baik jika penentuan kategori penilaian

didasarkan pada rubrik penilaian. Jumlah maksimum skor adalah 24.



13/07/2015

21

Kompetensi Keterampilan: Portofolio



Penilaian portofolio

pada dasarnya

menilai karya-karya

peserta didik secara

individu pada satu

periode untuk suatu

mata pelajaran. 

Misalnya: karangan, 

puisi, komposisi

musik, laporan

penelitian, lukisan, 

dsb.

Portofolio



Puisi

1

Puisi



2

Puisi


3

Format Penilaian Portofolio



Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia

Alokasi Waktu

1 semester

Sampel yang dikumpulkan

Karangan

Nama Peserta didik

Kelas

No.


Kompetensi

Dasar


Waktu

Aspek yang dinilai

Keterangan/ 

Catatan


kebahasa

an

EYD



Sistematika

penulisan

1.

Menulis karangan



deskripsi.

30/7




 

10/8




 

12/9




 

2.

Membuat resensi



buku

20/9




 

12/10




 

5/11




 




13/07/2015

22

Kompetensi Keterampilan: Tertulis



Selain menilai kompetensi pengetahuan, 

penilaian tertulis juga digunakan untuk 

menilai kompetensi keterampilan, khususnya 

menulis karangan, menulis laporan, dan 

menulis surat.

c. Menilai Sikap

Sikap bermula dari perasaan



(suka atau tidak suka) yang 

terkait dengan

kecenderungan peserta didik

dalam merespon

sesuatu/objek. Sikap juga

sebagai ekspresi dari nilai-

nilai atau pandangan hidup

yang dimiliki oleh peserta

didik. Sikap dapat dibentuk, 

sehingga terjadi perilaku atau

tindakan yang diinginkan.

guru


Penilaian

diri


Penilaian

Teman


Sebaya

Siswa



13/07/2015

23

Observasi



Sikap dan perilaku keseharian peserta

didik direkam melalui pengamatan

dengan menggunakan format yang 

berisi sejumlah indikator perilaku yang 

diamati.

Lembar Pengamatan



Misal: Ketekunan, percaya

diri, kerjasama, kejujuran, 

disiplin, atau nilai-nilai

yang diturunkan dari visi, 

misi SD/SMP Santa Ursula 

Format Pengamatan Sikap ke 

tanggal 


................................

No. 

Nama

Peserta

Didik

Aspek Perilaku yang dinilai

Skor

Bekerjasama

Percaya diri

Tanggungjawab

1

2

3



4

1

2



3

4

1



2

3

4



1

Bobby


2

Indah


3

Thomas


4

Nadya


……

……

Diisi dengan menggunakan tanda cek ().  Kategori penilaian: 4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = 



cukup, dan 1 = kurang. Akan lebih baik jika penentuan kategori penilaian didasarkan pada

rubrik penilaian seperti halaman berikutnya. Jumlah maksimum skor adalah 12.


13/07/2015

24

Penilaian Jurnal



Jurnal merupakan

kumpulan rekaman

catatan guru dan atau

tenaga kependidikan di

lingkungan sekolah

tentang sikap dan

perilaku positif atau

negatif, selama dan di

luar proses pembelajaran

mata pelajaran.

Format Penilaian Jurnal

Nama :

Kelas :


Hari, Tanggal

Kejadian

Keterangan


13/07/2015

25

Penilaian Diri



Merupakan teknik

penilaian dengan cara

meminta peserta didik

untuk mengemukakan

kelebihan dan

kekurangan dirinya

dalam konteks

pencapaian kompetensi. 

Instrumen yang 

digunakan berupa

lembar penilaian diri. 

Format Penilaian Diri

Nama

Dony

Penilaian Sikap

Partisipasi (keaktifan) dalam diskusi kelompok

Tanggal Pengisian

………………….

No.


Pernyataan

Skala


1.

Selama diskusi saya mengusulkan ide kepada kelompok untuk

didiskusikan




2.

Selama diskusi saya menjawab pertanyaan dari teman



3.

Saya memberikan solusi atas masalah yang dibahas di kelompok





4.

Saya mengerjakan tugas kelompok yang menjadi bagian saya





5.

Saya membantu teman kelompok yang mengalami kesulitan dalam



menyelesaikan tugasnya




Keterangan: 4 = selalu; 3 = sering; 2 = kadang-kadang; 1 = tidak pernah


13/07/2015

26

Penilaian Teman Sebaya



Penilaian teman sebaya

atau antarpeserta didik

merupakan teknik

penilaian dengan cara

meminta peserta didik

untuk saling menilai (3 

teman sekelasnya) 

terkait dengan

pencapaian kompetensi

sikap.

Format Penilaian Teman Sebaya



Nama Penilai

Dony

Penilaian Sikap

Partisipasi (keaktifan) dalam diskusi kelompok

Tanggal Pengisian

………………….

No.


Pernyataan

Adi


Booby

Tommy


1.

Selama diskusi teman saya mengusulkan ide

kepada kelompok untuk didiskusikan









2.

Selama diskusi teman saya menjawab

pertanyaan dari teman lain









3.

Teman saya memberikan solusi atas masalah

yang dibahas di kelompok









4.

Teman saya mengerjakan tugas kelompok yang 

menjadi bagiannya









5.

Teman saya membantu teman kelompok yang

mengalami kesulitan dalam menyelesaikan

tugasnya










13/07/2015

27

6. Waktu Pelaksanaan Penilaian



No.

Penilaian

Waktu

1.

Ulangan Harian



Setiap akhir pembelajaran suatu KD atau

beberapa bagian KD

2.

Ujian Tengah Semester



Pada minggu 7 suatu semester

3.

Ujian Akhir Semester



Pada akhir suatu semester

4.

Ujian Sekolah



Pada akhir tahun belajar satuan pendidikan

5.

Penilaian Proses



Dilaksanakan selama proses pembelajaran

sepanjang tahun ajaran

6.

Penilaian Diri



Dilaksanakan pada akhir setiap semester

7.

Penilaian teman sebaya



Dilaksanakan pada akhir setiap semester

7. Pengolahan

Penilaian setiap kompetensi hasil belajar



(sikap, pengetahuan, keterampilan) dilakukan

secara terpissah karena karakternya berbeda.

Hasil pekerjaan atau performance peserta



didik harus segera dianalisis untuk

menentukan tingkat pencapaian kompetensi

sehingga dapat ditindaklajuti memerlukan

pembelajaran remedial atau program 

pengayaan.



13/07/2015

28

Format Analisis Hasil Pekerjaan



Peserta Didik

No.

Nama

Indikator dalam satu RPP

Kesimpulan

1

2



3

4

5



6

dst


Yang

dikuasai


Yang 

belum


1.

Bunga


2.

Amin


3.

Candra


4.

Dara


5.

Bambang


6.

……..


8. Pelaporan Pencapaian

Kompetensi Peserta Didik

Menggunakan skala skor penilaian 4,00 – 1,00 



dalam menyekor pekerjaan peserta didik 

untuk seluruh kegiatan penilaian.

Untuk masing-masing ranah digunakan 



penyekoran dan pemberian predikat yang 

berbeda sebagai tercantum dalam Tabel 

berikut.



13/07/2015

29

Tabel Konversi Skor



Sikap

Pengetahuan

Keterampilan

Modus


Predikat

Skor Rerata Huruf

Capaian

Optimum


Huruf

4,00


Sangat

baik


3,85 – 4,00 A

3,85 – 4,00

A

3,51 – 3,84 A-



3,51 – 3,84

A-

3,00



Baik

3,18 – 3,50 B+

3,18 – 3,50

B+

2,85 – 3,17 B



2,85 – 3,17

B

2,51 - 2, 84 B-



2,51 - 2, 84

B-

2,00



Cukup

2,18 – 2,50 C+

2,18 – 2,50

C+

1,85 – 2,17 C



1,85 – 2,17

C

1,51 – 1,50 C-



1,51 – 1,50

C-

1,00



Kurang

1,18 – 1,50 D+

1,18 – 1,50

D+

1,00 – 1,17 D



1,00 – 1,17

D

5. Penutup



Penilaian kognitif, keterampilan/psikomotorik, dan afektif wajib 

dilakukan manakala semua kompetensi itu memang dituntut dalam 

silabus maupun Rencana Perkuliahan.

Masing-masing kompetensi memiliki teknik dan bentuk penilaian 



tersendiri sehingga ada teknik dan bentuk penilaian untuk kognitif,  

keterampilan, dan  sikap/afektif.

Agar penilaian memenuhi kriteria kesahihan dan objektivitas, maka 



diperlukan instrumen-instrumen pendukung seperti lembar 

pengamatan, rubrik penilaian, dan sistem penyekoran.




13/07/2015

30

Daftar Pustaka



Gronlund, Norman E. 1971. Measurement and Evaluation in Teaching. Second Edition. New 

York: The Macmillan Company.

Krathwohl, D.R., Bloom, B.S., dan Masia, B.B. 1973. Taxonomy of Educational Objectives. The 

classification of educational goals. Handbook II: Affective Domain. New York: David 

MacKay.


Permendikbud.  No. 66 Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian.. 

Permendikbud.  No. 104 Tahun 2014. Tentang Pedoman Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik.

Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Supratiknya, A. 2012. Penilaian Hasil Belajar dengan Teknik Nontes. Yogyakarta: Penerbit 

Universtas Sanata Dharma.

Widharyanto, B. 2012. Ragam Teknik Penilaian dan Pengembangannya.  Makalah 

diseminarkan.



 

 

 

 

 

PENELITIAN  

TINDAKAN KELAS  



PENULISAN 

 KARYA ILMIAH 

 

 


 

 

 




PLPG Rayon 138: Panduan PTK

 

131 



 

 

PENELITIAN TINDAKAN KELAS 

Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D.  

Rohandi, Ph.D. 

 

 



A.

 

Pendahuluan 

“Kalau mau hasilnya bagus, ya silahkan kerjakan sendiri”. Ungkapan ini 

mungkin terdengar sebagai ungkapan dari seseorang yang kurang mau menerima 

saran atau permintaan untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih baik. Akan tetapi, 

di dalam ungkapan tersebut juga terkandung kebenaran. Ungkapan tersebut tidak 

hanya berlaku bagi persoalan-persoalan yang sangat praktis akan tetapi juga 

berlaku untuk persoalan yang mengandung unsur teoretis dan konseptual. 

Ungkapan tersebut juga tidak hanya berlaku pada individu secara independen 

akan tetapi juga berlaku bagi sebuah organisasi yang besar. Di dalam dunia yang 

serba saling tergantung, di mana efektivitas atau ukuran baik-buruknya suatu 

tindakan seringkali dinilai dalam konteksnya yang nyata, Penelitian Tindakan 

membantu seseorang atau sekelompok orang untuk menemukan ‘cara terbaik’ 

yang dapat diterapkan di dalam konteksnya. 

Hal tersebut juga berlaku di dalam dunia pendidikan. Secara agak ekstrem 

dapat dikatakan bahwa setiap pembelajaran adalah unik. Unik dalam arti bahwa 

pembelajaran selalu melibatkan guru dengan berbagai kompetensi dan 

keterbatasannya, sekelompok murid tertentu dengan berbagai karakternya yang 

melekat, di dalam sebuah sekolah yang memiliki lingkungan fisik, sosial, kultur, 

serta fasilitas tertentu pula. Variabel-variabel tersebut menunjukkan bahwa 

pembelajaran tidak berada di dalam ruang hampa melainkan melekat pada konteks 

tertentu. Kenyataan inilah yang membangun kesadaran bahwa peningkatan 

kualitas  atau upaya melakukan perbaikan pembelajaran yang paling tepat adalah 

perbaikan yang dilakukan di dalam konteks nyata oleh pelakunya sendiri di dalam 

praktek kesehariannya melalui upaya sistematis dan terdokumentasi secara terus-

menerus yang tidak lain adalah melalui Penelitian Tindakan. 

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bukanlah hal yang baru, sudah berkembang 

sejak tahun 1970-an atau bahkan sebelumnya. Akan tetapi di dalam dunia 

pendidikan di Indonesia PTK baru menarik perhatian banyak pengambil kebijakan 

dan pelaku pendidikan dalam dua dasa warsa terakhir. Perhatian yang besar pada 

PTK didasari oleh keyakinan bahwa upaya perbaikan atau peningkatan kualitas 

pembelajaran harus dilakukan oleh pelaku pembelajaran itu sendiri yang dalam 

hal ini adalah guru.  

Di dalam tulisan ini akan dibahas konsep dasar Penelitian Tindakan Kelas 

serta gambaran tentang implementasinya di sekolah. Tulisan ini dibuat dengan 

maksud pertama-tama sebagai acuan yang dapat dipergunakan oleh para guru 

untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajarannya, dan bukan 

kajian akademis teoretis. 

 

B.



 

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas 

Untuk memulai mendalami pengertian PTK, baiklah disajikan beberapa 

kutipan yang lazim dipakai sebagai acuan untuk merumuskan pengertian 

penelitian tindakan (PT) atau action research . 




PLPG Rayon 138: Panduan PTK

 

132 



 

Action research is the systematic collection of information that is 

designed to bring about social change (Bogdan & Biklen, 1992) p. 223 

Bogdan dan Biklen (1996) merumuskan penelitian tindakan sebagai suatu 



aktivitas pengumpulan informasi secara sistematis yang dirancang untuk 

membawa/menghasilkan perubahan (h.223). Rumusan yang singkat itu 

menyatakan dua dimensi penting dari suatu penelitian tindakan, yaitu 



pengumpulan informasi secara sistematis dan pengumpulan informasi itu 

dimaksudkan untuk melakukan perubahan.  

Salah satu aktivitas pokok dari penelitian adalah pengumpulan informasi. 

Pengumpulan informasi maksudnya suatu pengumpulan informasi mengenai 

situasi yang ada sebelum dilakukan tindakan apapun, pengumpulan informasi juga 

dilakukan setelah suatu kegiatan atau aktivitas yang dirancang dan dilaksanakan 

secara terarah, terencana, dan menyeluruh. Yang dimaksud dengan pengumpulan 

informasi yang terarah adalah pengumpulan informasi dari perencanaan sampai 

pelaksanaannya dilakukan berdasarkan kaidah-kaidah metodologis yang dapat 

dipertangungjawabkan. 

Hal kedua yang ditekankan di dalam definisi yang dinyatakan oleh Bogdan 

dan Biklen sebagaimana dikutip di atas adalah tujuan pengumpulan informasi itu 

adalah untuk melakukan perubahan. Hal ini merupakan salah satu inti dari 

penelitian tindakan  dan sekaligus merupakan kekhasan penelitian tindakan 

dibandingkan dengan penelitian lain. Kalau penelitian lain lebih dimaksudkan 

untuk memperoleh pemahaman atau pengetahuan atas fenomena tertentu, PT 

dimaksudkan untuk melakukan perubahan. Ukuran keberhasilan penelitian 

tindakan bukan pertama-tama dihasilkannya teori atau pengetahuan baru 

melainkan terjadinya perubahan ke arah perbaikan di dalam praktek di mana 

penelitian itu dilakukan. 

Selanjutnya mari kita lihat rumusan lain tentang penelitian tindakan yang 

dinyatakan oleh Stephen Corey (1953) 

Action Research is the process by which practitioners attempt to study 

their problems scientifically in order to guide, correct, and evaluate 

their decisions and actions, Stephen Corey (1953). 

Corey (1953), sebagaimana dinyatakan di dalam kutipan di atas 

menunjukkan dimensi lain dari PT. Pertama dinyatakan secara eksplisit bahwa 

PT dilakukan oleh praktisi  (practitioner). Berbeda dengan penelitian pada 

umumnya yang seringkali dilakukan oleh ilmuwan, PT dilakukan oleh praktisi. 

Hal ini konsisten dengan pernyataan bahwa PT dimaksudkan untuk mengevaluasi 

dan menuntun praktisi pada keputusan yang tepat. Hal ini sejalan dengan kalimat 

pertama yang diungkapkan pada tulisan ini. Kedua, Corey juga secara eksplisit 

menyatakan bahwa kajian atas permasalahan nyata yang dihadapi oleh para 

praktisi tersebut dilakukan secara ilmiah.  

Hal ketiga yang dinyatakan oleh Corey yang juga sejalan dengan pernyataan 

Bogdan dan Biklen (1996) sebagaimana dikutip terdahulu, adalah  penelitian 

tindakan dipergunakan untuk menjadi pedoman atau panduan, melakukan 

koreksi atau melakukan koreksi atas tindakan yang telah dilakukan. 

Dua kutipan yang diambil di muka telah membantu kita memahami 

hakekat penelitian tindakan dalam arti yang umum yang dapat dirangkum sebagai 

berikut.  

 



PLPG Rayon 138: Panduan PTK

 

133 



 

 

 



 

 

 



 

 

 



 

 

 



 

 

 



 

 

 



 

Selanjutnya marilah kita pelajari pengertian penelitian tindakan di dalam lingkup 

yang lebih spesifik yaitu di dalam bidang pendidikan.  

Carl Glickman (1992) memberikan gambaran yang lebih spesifik tentang 

penelitian tindakan yang dilakukan di dalam seting sekolah yang dimaksudkan 

untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (instruction) 

Action Research in education is study conducted by colleagues in a 

school setting of the results of their activities to improve instruction, 

Carl Glickman (1992)  

Rumusan yang dikemukakan oleh Carl Glickman di atas membantu kita 

untuk memperoleh gambaran yang lebih konkrit tentang penelitian tindakan di 

lingkungan pendidikan. Secara spesifik Glickman menyebutkan bahwa penelitian 

tindakan di dalam lingkungan pendidikan merupakan penelitian yang dilakukan 

oleh  guru di dalam seting lingkungan sekolah untuk meningkatkan kualitas 

pembelajaran. 

Penelitian Tindakan yang dilakukan di dalam seting sekolah dan lebih 

spesifik lagi di dalam kelas dengan maksud untuk meningkatkan kualitas 

pembelajaran inilah yang dikenal sebagai Penelitian Tindkan Kelas (PTK). 

Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa PTK merupakan bentuk khusus 

dari penelitian tindakan. Kekhususan dari PTK dari penelitian tindakan pada 

umumnya adalah seting penelitian tindakan kelas adalah kelas atau pembelajaran 

di mana arah perbaikan yang dituju adalah perbaikan mutu pembelajaran. 

Setelah mempelajari beberapa kutipan tentang pengertian mulai dari 

penelitian tindakan secara umum dan mengerucut ke Penelitian Tindakan Kelas 

kita sekarang bisa memperoleh gambaran yang agak lengkap tentang makna PTK. 

Untuk menutup diskusi tentang pengertian tentang Penelitian Tindakan Kelas ini 

baiklah penulis kutipkan pengertian dari salah seorang tokoh  dalam bidang 

Penelitian Tindakan Kelas yaitu Kemmis. 



Action research is a form of self-reflective enquiry undertaken by 



Bagan alir pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan 2015 
No.  materi 
Memperhatikan k. 2006 dan k. 2013 (16 jp)  
L.   tata tertib peserta plpg  
Peserta  yang  tidak  memenuhi  panggilan  plpg  tanpa 
Perlengkapan peserta 
Perlengkapan umum: 
Pendaftaran peserta  
Tata tertib di wisma/tempat penginapan 
Tempat pelaksanaan plpg 
No.  alamat 
No.  aspek yang dinilai
Skor total   
No.  kriteria 
No.  kriteria 
No.  aspek yang dinilai
B.  pendekatan/strategi pembelajaran 
E.  penilaian proses dan hasil belajar 
Pengantar  kepala pusat pengembangan profesi pendidik 
Pendahuluan   
Penilaian  kinerja  guru
Etika  profesi  guru.
Kebijakan pengembangan profesi guru
Kebijakan dan pemerataan guru  
Kewenangan pemerintah provinsi atau kabupaten/kota 
Kegiatan selain pendidikan dan pelatihan 
Pengembangan diri 
Publikasi ilmiah  
Karya inovatif 
Kompetensi pedagogik  
Kompetensi kepribadian 
Latihan dan renungan 
Bab iii  penilaian kinerja 
Sm    : standar minimal
Tahap penilaian 
Tahap pelaporan 
Pembinaan    dan
Pengembangan profesi  
Unsur penunjang  
Negosiasi dan perdamaian 
Konsiliasi dan perdamaian  
Advokasi litigasi 
Advokasi nonlitigasi 
Penghargaan guru berprestasi 
Penghargaan  bagi  guru  sd  berdedikasi  di  daerah  khusus/terpencil  
Penghargaan bagi guru plb/pk berdedikasi  
Penghargaan tanda kehormatan satyalancana pendidikan 
Penghargaan bagi guru yang berhasil dalam pembelajaran 
Penghargaan guru pemenang olimpiade 
Penghargaan lainnya 
Tunjangan profesi 
Tunjangan fungsional 
Tunjangan khusus 
Maslahat tambahan 
Hubungan guru dengan peserta didik 
Hubungan guru dengan orangtua/wali siswa  
Hubungan guru dengan masyarakat  
Hubungan guru dengan sekolah dan rekan sejawat 
Hubungan guru dengan profesi  
Hubungan guru dengan organisasi profesi 
Hubungan guru dengan pemerintah 
Kurikulum   2013 
Chemistry 1. classification, composition, 
Data  display
Kerangka kompetensi abad 21
Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang 
Pergeseran paradigma belajar abad 21
Proses penilaian yang mendukung kreativitas
Kerangka dasar dan struktur kurikulum 
Kurikulum 2013
Ktsp 2006 kurikulum 2013
Perbedaan esensial kurikulum 2013
Struktur kurikulum
Langkah penguatan implementasi 
Proses karakteristik penguatan
Kunci keberhasilan implementasi kurikulum 2013
Rancangan struktur kurikulum sd
Rasional ipa dan ips di sekolah dasar
Pentingnya tematik terpadu : 
Pentingnya tematik terpadu :
No komponen
Karakteristik kurikulum 2013: 
Analisis ki/kd dan perancangan rpp: 
Contoh: matematika:
Tingkatan sikap
Perbedaan antara penelitian tindakan dengan penelitian formal 
Pelaksanaan tindakan 
Evaluasi dan refleksi 
Identifikasi temuan umum 
Prosedur penelitian 
Jadwal penelitian  
Tinjauan pustaka 
Kualitas rujukan 
Implikasi hasil penelitian 
Ucapan terima kasih 
Catatan terkait penerbitan artikel 
Lampiran 1 :   
Pembelajaran kontekstual 
Kegiatan  waktu (jp) 
Total  30 
Kerja kelompok/mandiri 
Kompetensi inti  
Materi pembelajaran 
Media, alat, dan sumber pembelajaran 
Langkah-langkah pembelajaran 
Kegiatan inti 
Kegiatan penutup 
Alat/bahan pembelajaran 
Vygotsky’s concept:  
Socio- cultural 
Field independent
Analytic vs. global learning styles
Reflective learning style
An auditory learner
Tactile/kinesthetic  learners
Multi-sensory learners
Extraversion/introversion
Tolerance for ambiguity
Intolerant learners
Systematicity
Dynamicity:  
Fossilization
Speech act theory
A. give definition to the following terminology. use dictionary of linguistics or applied 
Language learning is a developmental process.
Language learning is a decision-making process. 
Language learning is an emotional experience.
Pembelaran (rpp)
Imitation  manipulation
Lesson plan   
Printed materials
Audio and video 
A. questions and tasks 
Assessing listening comprehension  
Assessing speaking 
Toyota alphard ’09, 6 cyl standard, good eng, body, and paint. new 
Assessing reading comprehension 
Lowest rates out of state (unassisted calls) 
Remedy program  
Enrichment program  
Introducing oneself 
Excuse me vs.  i’m sorry 
Forgiving  rejecting 
Conversation model
Conversation model 
Offering sympathy 
Compliments on possessions
Types  example 
Ordering/commanding
The use of simple and informal words 
Frequent use of compounds  (
Friendly invitation letter  
Business invitation letter 
Rsvp or r.s.v.p. is adopted from 
Teaching how to write an invitation letter 
Confirmation 
Teaching how to write a postcard 
Volcanic fumes are hazardous to your health and can be life-threatening. 
Key answer  check point 
Invitation letter 
The expressions used in invitation letter.
Learning: technology in education, action research, literacy development.
Sample invitation letter
Complication  
Language features 
Example of a narrative text 
The generic structure of recount text 
List of abstract nouns  
My pet  identification 
Positive  comparative 
Things dissolve in water 
Writing  write a procedure text and identify its structures: 
Vocabulary  consult your dictionary to find the meaning and the pronunciation of the following 
Vocabulary  change these nouns to their singular forms 
Text elements 
Blessing behind tragedy 
Vocabulary  create adjectives from the following words by adding the suffixes -ful and -less. the 
Recommendati on 
Television for social construction 
Implementing character education in all level schools 
The zoo job story 
Vocabulary  match up the adverbs on the left with their opposites on the right. 
Answer the following questions based on the text above: 
Television: the best invention of the twentieth century? 
Writing   analyze the texts  above based on its elements. paraphrase the points of each 
Writing   choose and analyze the texts below (1) or (2) based on its elements. paraphrase the 
Japanese urged to try rioting
Text elements 
Interpretative 
Writing   what are the generic structures of the text entitled “2012  film review” 
The list of words: 
Writing   
Exploration  task 1 
Human body energy 
Elaboration  task 1 
More exercises 
Why summer daylight is longger than winter daylight; an explanation text 
References   



Share with your friends:
1   ...   172   173   174   175   176   177   178   179   ...   410


The database is protected by copyright ©userg.info 2017
send message

    Main page

bosch
camera
chevrolet
epson
fiat
Honda
iphone
mitsubishi
nissan
Panasonic
Sony
volvo
xiaomi
Xperia
yamaha